Senin, 18 Mei 2009

JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT, TETAPI BERSABARLAH DIDALAM TUHAN


JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT, TETAPI BERSABARLAH DIDALAM TUHAN

Keluaran 15:22-27

Keluaran menceritakan dengan dahsyat kemuliaan Allah, yang membawa bangsa Israel ke luar dari Mesir dan memelihara orang Israel hingga menuju tanah Kanaan. Orang Israel adalah umat pilihan Allah, yang sangat dikasihi oleh Allah. Sebenarnya, tidak ada kewajiban bagi Tuhan untuk membebaskan orang Israel dari tanah Mesir. Orang Israel dibebaskan dari Mesir hanya karena anugerah Allah. Orang Israel sudah dibebaskan oleh Allah dari perbudakan di Mesir. Ketika mereka baru keluar dari tanah Mesir, TUHAN langsung memimpin mereka melalui tiang awan dan tiang api. Tiang awan membuat orang Israel teduh ketika siang, dan tiang api memberi kehangatan dan menerangi jalan bagi orang Israel ketika malam. Siang malam TUHAN setia memimpin bangsa Israel. Ketika orang Mesir sudah berada di dekat orang Israel yang sedang berkemah di tepi Laut Teberau, tiang awan yang tadinya berada di depan orang Israel pindah ke belakang orang Israel, sehingga membuat mata orang Mesir kabur dan tidak bisa melihat orang Israel, sehingga bangsa Israel aman dari tangan orang Mesir yang sebenarnya sudah sangat dekat. Tuhan meniupkan angin semalam-malaman hingga Laut Teberau terbelah, sehingga orang Israel dapat berjalan di tengah laut. Betapa besar kemuliaan TUHAN! Ketika orang Israel sampai di seberang, TUHAN mencampakkan orang Mesir di tengah-tengah laut, hingga semuanya mati dan mayat mereka berserakkan di pantai. Betapa dahsyat hukuman TUHAN bagi orang berdosa dan betapa dahsyat pula kasih TUHAN kepada umat pilihanNya, yang seharusnya sama-sama binasa karena dosa.

Setelah sampai di seberang, umat pilihan Allah berjalan ke padang gurun Syur, menuju ke tanah Perjanjian. Di padang gurun Syur selama tiga hari, mereka tidak mendapat air. Kemudian mereka sampai ke Mara. Di Mara, air terasa pahit dan tidak dapat diminum. Belum lama setelah mereka melihat mujizat pembebasan yang begitu dahsyat dari TUHAN, orang Israel bersungut-sungut kepada Musa karena kekurangan air. Mereka bukan dengan rendah hati memohon berkat (air) dari TUHAN, tapi malah meragukan rencana TUHAN dan bersungut-sungut kepada Musa. TUHAN bermurah hati memberikan mereka air yang manis untuk diminum.

Mereka terus berjalan menuju tanah Kanaan, kemudian mereka sampai di Elim. Di Elim, TUHAN menyediakan dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma. Ketika orang Israel berlimpah berkat, tidak dicatat mereka mengucap syukur kepada TUHAN. Mereka menganggap bahwa berkat TUHAN itu layak untuk mereka terima! Celakalah kita yang menganggap bahwa segala kebaikan yang secara rutin kita terima itu layak kita dapatkan! Semua yang baik adalah berasal dari Allah! Kita masih hidup sekarang adalah hanya kemurahan Allah!

“TANGAN TUHAN TIDAK KURANG PANJANG UNTUK MEMBERKATI KITA

DALAM KEBUTUHAN YANG KITA PERLUKAN”

Bagaimana Sikap kita dalam menghadapi kondisi Kekurangan?

I. JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT (Ayat 22-24)

  • Ketika bangsa Israel tiba di Mara mereka mendapati air yang pahit sehingga tidak bisa minum air tsb; maka mulailah mereka bersungut-sungut. Dalam Alkitab Bahasa Sehari-Hari ditulis mereka “mengomel”.
  • Air yang pahit berbicara mengenai keadaan / kehidupan yang sulit. Hidup kita bisa saja alami keadaan yang pahit karena kesulitan ekonomi, pekerjaan / usaha, masalah rumah tangga, dll. Apa reaksi sdr ketika menghadapi keadaan yang sulit? (Tanyakan kepada jemaat yang hadir).
  • Reaksi dengan bersungut-sungut, menggerutu atau mengomel dan marah tidak akan menyelesaikan persoalan. Ini adalah reaksi yang salah.

Tuhan yang menempatkan Israel untuk menjalani padang gurun, juga Tuhan juga yang menuntun dan menjaga bahkan memberkati mereka. Jadi banga Israel tidak pantas untuk bersungut-sungut. Demikian juga kehidupan kita ditempat ini jikalau Tuhan yang menempatkan kita ditempat ini, dan diijinkan untuk mengalami berbagai kondisi yang tidak cocok, tidak enak, bahkan harus mengalami kepahitan dan tekanan, PERCAYALAH Tuhan Yesus yang akan menopang, menolong, memberkati, bahkan menyediakan kekurangan kita.

Dalam Yakobus 5:9 “JAnganlah kamu bersungut-sungut…..”

NIV: Do not grumble against each other (= janganlah bersungut-sungut satu kepada yang lain / menentang satu sama lain).

NASB: Do not complain brethren, against one another (= janganlah mengeluh satu kepada yang lain / menentang satu sama lain).

Ini bisa berarti bahwa kita tidak boleh:

a) Saling menyalahkan.

Kalau satu keluarga mengalami penderitaan, maka seringkali mereka saling menyalahkan satu sama lain, sehingga justru memperberat penderitaan, dan memperkecil kekuatan mereka dalam menghadapi penderitaan.

b) Bersungut-sungut kepada orang kristen yang lain dan menga­takan bahwa Allah tidak adil / kasih.

Ingat bahwa kita memang boleh untuk sharing tentang penderitaan yang kita alami, tetapi tidak boleh dengan nada menyalahkan Allah / mengecam Allah!

c) Bersungut-sungut tentang orang kristen yang lain.

d) Bersungut-sungut kepada Tuhan dan meminta Tuhan membalaskan dendamnya. Kita boleh saja menceritakan kepada Tuhan tentang segala penderitaan kita dan bahkan tentang orang-orang yang mem­buat kita menderita, tetapi jangan dengan hati yang menginginkan balas dendam!

e) Bersungut-sungut karena orang kristen yang lain lebih baik nasibnya.

Bersungut-sungut bukanlah dosa yang bisa diabaikan / diremeh­kan. Tuhan tidak senang melihat kita bersungut-sungut, karena bersungut-sungut menunjukkan:

· tidak / kurang percaya.

· tidak puas / iri hati.

Kalau saudara suka bersungut-sungut, ingatlah bahwa dahulu Tuhan menghukum bangsa Israel karena dosa ini, dan semua ini terja­di sebagai contoh bagi kita (bdk. 1Kor 10:6,10).

Karena itu, kalau saudara adalah orang yang sering / selalu bersungut-sungut pada waktu mengalami penderitaan / kesukaran, mintalah ampun kepada Tuhan atas dosa itu, dan mintalah supaya Tuhan menolong saudara untuk bisa berhenti dari dosa itu!


+ Katakan kepada yang lain: “Kalau sedang Hadapi Masalah, Jangan Bersungut-Sungut!”

II. BERSERU KEPADA TUHAN (Ayat 25-27)

  • Dalam situasi dan peristiwa yang sama Musa bereaksi berbeda dengan bangsa Israel. Musa berseru-seru memanggil nama Tuhan. Dalam Alkitab Bahasa Sehari-Hari ditulis; “Musa berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan”.
  • Ketika Musa berseru kepada Tuhan, maka Ia memberikan solusi yaitu menunjukkan sepotong kayu dan Musa melemparkan kayu tersebut ke dalam air. Air yangh pahit tadi berubah menjadi air yang manis dan mereka bisa minum sepuasnya. Reaksi yang benar akan menghasilkan solusi yang tepat. Bahkan luar biasa dari Tuhan.
  • Tuhan bukan saja mengubah air yang pahit menjadi manis, tetapi juga berjanji melindungi mereka dari penyakit dan menyembuhkan mereka. Bahkan Tuhan menuntun perjalanan mereka kepada 12 mata air dan 7 pohon korma. Ini menggambarkan hidup yang keberkatan dan berkelimpahan (Baca ayat 27).

+ Illustrasi: Ada orang tua yang menderita karena anaknya terjerat dengan narkoba. Mereka sudah berulang-ulang berusaha menasehati anaknya tetapi tidak berhasil. Akhirnya mereka datang kepada Tuhan. Mereka berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan. Setelah beberapa tahun berdoa akhirnya Tuhan mengubah dan memulihkan anaknya. Sekarang ia sudah bekerja dan hidup bahagia dengan keluarganya. Tuhan itu luar biasa dan sanggup menjawab doa kita.

+ Ucapkan: “Tuhan Pasti Menjawab Seruan Doaku”.
+ Katakan kepada yang lain: “Tuhan Pasti Memulihkan Hidupmu”.

III BERSABARLAH (ay. 26-27)

a) Sabar dalam penderitaan, juga berarti bahwa kita tidak bersungut-sungut dalam menghadapi penderitaan.

b) Sabar juga berarti tidak iri hati melihat nasib orang lain yang tidak mengalami penderitaan seperti kita.

c) Sabar juga berarti bahwa kita tunduk / berserah sepenuhnya pada kehendak Allah, dan tidak memberontak / marah kepada Allah, pada waktu kita mengalami penderitaan.

Renungkan: apakah saudara sabar dalam mengalami penderitaan?

Bertahan hingga pada ahirnya (Filipi 1:6)

Di Tangan Tuhan:

Hidup anda, Waktu anda, Harta anda, Tenaga anda, Cita-cita anda, Suara anda, Talenta anda

Karena itu Jangan Bersungut-Sungut Tetapi berrsabarlah.

Sebelum kamu bersungut-sungut tentang sekolahmu pikirkanlah orang yang tidak sekolah.

Sebelum kamu bersungut-sungut tentang hidupmu dan masa depanmu pikirkanlah mereka yang gila.

+ Ucapkan : “Saya Tidak Bersungut-sungut Lagi”. ( Jangan Suka Bersungut-sungut!).

ALLAH MEMAKAI KESULITAN UNTUK MEMBUAT KITA LEBIH BAIK BUKAN LEBIH PAHIT!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar