Rabu, 15 April 2009

TEGURAN YANG MEMBAWA PADA PENGENALAN DIRI


Oleh: Jefpri Harahap

“ TEGURAN YANG MEMBAWA PADA PENGENALAN DIRI”

(AYUB 39:24-38)

Kalau di perhatikan dari ayat-ayat sebelumnya, di mana Ayub banyak menuntut dan membela diri tentang apa yang terjadi pada dirinya (Ayub 23:1-17). Di mana pada pasal ini sangat jelas sekali di tuliskan bahwa Ayub menuntut dan membantah kepada Tuhan. Sebab dalam ayat ini berkata “ sekarang keluh kesahku menjadi pemberontakanku, tangan-Nya menekan aku”. Kata menekan yang di ungkapkan Ayub dalam pasal 21 ini ialah Menindih,menindas, dan kekerasan yang menimpa kehidupanya dan Allah tidak memperhatikan aku lagi ”. Sedangkan dalam pasal 33:9-10 Ayub berkata “Aku bersih, aku tidak melakukan pelanggaran, aku suci dan aku tidak ada kesalahan, namun Dia mendapat alas an terhadap aku, dan menurut Barnes dalam pasal 33:9-10 Aku adalah bersih Aku adalah kudus dan murni. Tanpa ada pelanggaran-pelangaran dalam hal pekerjaan dan aku bebas dari dosa, malah Tuhan tetap menyatakan aku bersalah (Ayub 9:20). Kalau di perhatikan dari ayat-ayat ini menjelaskan bahwa Ayub sangat menyalahkan Allah akan apa yang dia alami, karena Ayub belum mengenal Allah secara sesunggunya (Ayub 42:5).

Di dalam perikop ini menceritakan bagai mana percakapan Ayub dengan Tuhan, dan di mana Tuhan menjawab tentang pembelaan diri Ayub, dan di mana Allah berkata kepada Ayub “ Apakah si pengecam hendak berbantah dengan yang mahakuasa? atau dapatkah yang di bentuk menentang pembentuknya? Hal inilah yang di ungkapkan Allah kepada Ayub sehingga melalui teguran Allah tersebud membuat Ayub sadar diri dan merasa bersalah terhada Allah atas apa yang di perbuatnya.

JADI TUJUAN YANG SALAH AKAN MEMBUAT KITA KEHILANGAN BANYAK HAL YANG BERARTI DI DALAM HIDUP KITA “

SIKAP APA YANG DI LAKUKAN AYUB KETIKA TUHAN MENEGUR DIA?

v Merendahkan diri di hadapan Allah/ menyadari bahwa hidupnya hina (aya 36-37)

Ayat ini sangat menjelaskan bagai mana kesadaran Ayub dan Ayub merendahkan diri di hadapan Allah, serta mau berbalik dari sifatnya yang menentang Allah. Ayub menyadari bahwa apa yang di lakukannya itu tidak pantas untuk menentang Allah. Karena itu Ayub berkata kepada Tuhan “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina, dan dengan apakah aku untuk membantah Allah?” (ay 37). Dari ungkapan Ayub dalam ayat ini menandakan bahwa dia mengenal bahwa siapa dirinya. Karena itu dari teguran Allah tersebut membawa suatu perubahan yang begitu luar biasa bagi Ayub sehingga ia mengatakan “ Aku tahu, bahwa engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”( Ayub 42:2).

Dalam kamus bahasa Indonesia kata merendahkan diri di sini ialah “ memandang dirinya siapa, membungkukkan diri, dan bersujut”,

Sedangkan kata hina di sini ialah

A. keji dan kata keji ini di artikan: kotor, tidak sopan, bobrok, dan haram.

B. tidak berguna di artikan: tidak terpandang dan tidak dapat di pakai dan harus di buang dabuang dan yang tidak laynyak untuk di pakai.

C. . Hal inilah yang sadari oleh Ayub, sebab ia menyadari bahwa hidupnya itu adalah hina dan tidak berharga.

“ kesadaran diri yang benar akan membawa kita kepada pengenalan yang benar terhadap Allah, sebab memlalui pengenalan diri tersebut akan menyadarkan kita, bahwa siapakah kita sebenarnya”.

v Tidak mau jatuh dalam dosa yang sama/ pelanggaran yang sama (ayat 37c-38).

Kehidupan Ayub dalam mengambil keputusan sebelum Allah menegor dia adalah salah dan tidak benar di hadapan Allah, dan penuntutan yang di lakukan oleh Ayub terhadap Tuhan membuat Tuhan sangat marah dan menegor Ayub, sebab bukti kasih-Nya kepada Ayub. Dari teguran tersebut membuat ayub sadar diri dan menyadari bahwa tindakan dan apa yang di lakukannya itu membuat hati Tuhan jadi sedih. Karena itu Ayub berseru kepada Tuhan dengan kata “satu kali aku berbicara, tetapi tidak kuulangi lagi” (ayat 37).

Dari kesadaran Ayub dan teguran tersebut membuat Ayub lebih mengenal Allah secara Pribadi dan bukan kata orang lagi (Ayub 42:1-5). Jadi pelajaran yang perlu kita perhatikan ketika menhadapi sesuatu, di butuhkan yang namanya kesetiaan dan hati yang penuh mengucap syukur dalam segala hal, sebab itu yang di kehendaki Tuhan terjadi dalam hidup kita (1 Tesalonika 5:18).

“ Tampa rintangan dalam hidup, tiada kekuatan pada diri kita, tetapi ingat Tuhan Yesus tidak membiarkan rintangan itu melebihi kekuatan kita”.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

1 komentar:

  1. Harrah's Casino New Orleans - MapYRO
    Welcome to Harrah's New Orleans, Louisiana. This 전라남도 출장마사지 bustling casino 충청북도 출장마사지 features 양산 출장마사지 more than 100 slot 사천 출장마사지 machines and 60 서울특별 출장샵 table games. It is home to the legendary

    BalasHapus